Seperti yang dikutip dari ST, Eric Schmidt, Chief Executive dari Google, mengatakan bahwa semakin luasnya adopsi internet tetap membuat pemerintah 'ingat diri', sebagaimana warga juga mampu melatih diri mereka atas hak-hak berinternet mereka.
"Di negara-negara dan banyak komunitas di seluruh dunia, saat ini para warga menggunakan perangkat online untuk mengontrol pemerintah mereka," ujar Schmidt di acara forum Asia-Pasific Economic Cooperation (APEC), Honolulu, Hawaii.
"Menjadi pelaku whistleblowing (pembocor informasi rahasia di internet) tidak pernah menjadi hal yang mudah," tambahnya.
Schmidt menunjuk hal tersebut pada aksi demonstrasi yang akhirnya mampu meruntuhkan rezim pemerintahan di Tunisia dan Mesir, yang mana semunya berawal dari Facebook, Twitter dan YouTube.
No comments:
Post a Comment